Puisi ini, terinspirasi dari pengalaman pribadi ...
Menunggu seseorang di sebrang sana ... hahahaha
Aku buat puisi ini pada Wed, 4th Feb '09
Menunggumu
Katanya pelangi pagi ini,
akan menerangi jiwaku
Tapi, sampai saat ini,
tak ku lihat dirinya di sini
Dia berjanji akan menyambutku,
menyambutku pagi ini,
dengan sejuta warna di tubuhnya
Ku beranikan diri bertanya,
bertanya pada awan gulita
di seberang sana
Katanya pelangi sedang mandi,
bermandikan bintang malam bersama komet
melintasi jagat raya
Hatiku sedih,
sedih karena pelangi,
ia tak menepati janjinya
Lalu aku terus berjalan,
berjalan menelusuri jalan setapak
Disana aku bertemu bunga,
bunga sedang membersihkan diri,
diri dari terpaan angin kencang
bergulat bersama rerumputan,
rerumputan bernyanyi suka cita
Lalu ku sapa bunga
Bertanya dalam kebimbangan
Ku tanya padanya
Bunga hanya tersenyum simpul,
katanya bersabarlah
pelangi tak mungkin mengkhianatimu
Aku pun kembali tersenyum
Aku terus berjalan,
dan tiba-tiba
Ku lihat awan pergi
Awan telah selesai membuang limbah langit
Tak lama ku dengar teriakan pelangi
teriakkan keceriaan pelangi
bersamaan dengan dirinya yang cemerlang
dirinya yang membawa sejuta warna tubuhnya
Kini jiwaku bersama,
bersama keceriaan,
kehangatan diri,
diri dari sang pelangi,
pelangi yang telah menepati janjinya
By :
Sesaria
Katanya pelangi pagi ini,
akan menerangi jiwaku
Tapi, sampai saat ini,
tak ku lihat dirinya di sini
Dia berjanji akan menyambutku,
menyambutku pagi ini,
dengan sejuta warna di tubuhnya
Ku beranikan diri bertanya,
bertanya pada awan gulita
di seberang sana
Katanya pelangi sedang mandi,
bermandikan bintang malam bersama komet
melintasi jagat raya
Hatiku sedih,
sedih karena pelangi,
ia tak menepati janjinya
Lalu aku terus berjalan,
berjalan menelusuri jalan setapak
Disana aku bertemu bunga,
bunga sedang membersihkan diri,
diri dari terpaan angin kencang
bergulat bersama rerumputan,
rerumputan bernyanyi suka cita
Lalu ku sapa bunga
Bertanya dalam kebimbangan
Ku tanya padanya
Bunga hanya tersenyum simpul,
katanya bersabarlah
pelangi tak mungkin mengkhianatimu
Aku pun kembali tersenyum
Aku terus berjalan,
dan tiba-tiba
Ku lihat awan pergi
Awan telah selesai membuang limbah langit
Tak lama ku dengar teriakan pelangi
teriakkan keceriaan pelangi
bersamaan dengan dirinya yang cemerlang
dirinya yang membawa sejuta warna tubuhnya
Kini jiwaku bersama,
bersama keceriaan,
kehangatan diri,
diri dari sang pelangi,
pelangi yang telah menepati janjinya
By :
Sesaria
No comments:
Post a Comment